Wednesday, August 27, 2014

El Maestro Spanyol Gantung Sepatu


Xabi Alonso gantung sepatu (Foto: FIFA.com)Xabi Alonso gantung sepatu (Foto: FIFA.com) MADRID – Timnas Spanyol kembali kehilangan salah satu gelandang sekaligus aktor utama tim dalam meraih kesuksesan beberapa tahun belakangan, setelah Xabi Alonso menyatakan gantung sepatu, menyusul kompatriotnya, Xavi Hernandez yang terlebih dahulu pensiun.


El Maestro, itulah julukan gelandang berparas tangguh ini yang identik dengan janggut di wajahnya. Alonso pensiun setelah mengemas 114 caps bersama La Furia Roja, dan meraih tiga gelar kontinental, yakni Piala Dunia (2010), dan dua Piala Eropa (2008 dan 2012).


Di usianya yang sudah berumur 32 tahun, Alonso merasa sudah saatnya sekarang menjanggalkan jersey kebesaran Spanyol yang sudah dikenakannya selama 11 tahun terakhir, sejak ia memulai debutnya.


Ucapan terima kasih pun, ia berikan kepada segenap fans, rekan-rekan dan juga pelatih yang pernah menanganinya di Spanyol. Mulai dari Inaki Saez, Luis Aragones, dan Vicente del Bosque.


Eks pemain Liverpool yang kini bermain bersama Real Madrid itu, merupakan kunci permainan Spanyol di lini tengah tim, bersama Andres Iniesta, Xavi, dan Sergio Busquets, serta menyempurnakan filosofi permainan tiki-taka ala Timnas Spanyol. Dalam karier sepakbolanya, Alonso memperkuat Real Sociedad, Elbar, Liverpool, dan kini Madrid.


Berikut kata-kata perpisahan Alonso, seperti dilansir Sefutbol.com (28/8/2014):


“Saya ingin melaporkan, bahwa saya waktu saya telah usai bersama Timnas Spanyol. Bagian tersulit, adalah mengetahui kapan saya harus mengucapkan selamat tinggal, dan setelah banyak berpikir, saya pikir ini saat yang tepat,”


“Saya berakhir dengan Timnas yang meraih kesuksesan selama 11 tahun terakhir, sejak saya bermain, terlibat dalam generasi bersejarah yang telah meraih banyak impian dari jutaan fans, melakukan sesuatu yang langka seperti memenangkan Piala Dunia dan dua Piala Eropa selama empat tahun terakhir,”


“Sejak tanggal 30 April 2003, ketika menjalankan debut di usia 21 tahun, saya mengalami banyak hal yang semuanya positif, jadi, saya hanya memiliki kata terima kasih kepada semua orang yang mana saya berbagi bersama selama lebih dari satu dekade,”


“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih, rekan tim dan jutaan fans yang selalu menunjukkan saya kebaikan dan keramah-tamahan, serta respek. Saya tak dapat membuat daftar rekan-rekan yang berbagi jersey ini, namun saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pemain tersebut. Atas segala hal yang ditunjukkan untuk saya dan mengajarkan saya, selama periode-periode yang selalu saya kenang,”


“Terima kasih untuk Real Sociedad, Liverpool, dan Real Madrid, yang membuka pintu untuk saya menjadi bagian tim impian. Semua klub saya selalu membantu dan mendukung saya untuk membuat segalanya terjadi,”


“Akhirnya. Saya ingin memberikan rasa terima kasih yang tulus kepada fans. Kami bermimpi bersama, dan berbagi kesejahteraan bersama. Kami berbagi momen-momen yang tak dapat dilupakan. Sukses selalu untuk semua yang meneruskan kerja dan bertarung untuk jersey ini, dengan keyakinan penuh bahwa mereka semua akan menuai sukses yang baru. Terima kasih dan selamat tinggal,” (fmh)


Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.



No comments:

Post a Comment