Monday, October 27, 2014

"Sebut Saya Penggigit atau Diver, tapi Bukan Rasis"


BARCELONALuis Suarez tak mempermasalahkan jika dilabeli penggigit atau tukang diving, tapi ia menegaskan bukan seorang rasis. Seperti diketahui, bomber Barcelona itu pernah dihukum karena dinilai melecehkan Patrice Evra saat masih membela Liverpool.


Kegemilangan Suarez di atas lapangan juga dihiasi dengan sejumlah episode indisipliner yang dilakukannya. Dua yang menarik perhatian adalah aksi menggigit yang diperbuatnya kepada Branislav Ivanovic tahun lalu, dan yang terbaru, gigi-giginya mendarat di bahu Giorgio Chiellini saat di Piala Dunia Brasil lalu.


Kendati Suarez telah mengaku salah karena “menyerang” dua pemain tersebut, hal itu tertuang dalam otobiografi terbarunya, namun bintang asal Uruguay ini coba mempertahankan diri terkait insiden Evra. Ia merasa tidak bersalah.


“Sebut saya penggigit atau tukang diving, tapi saya bukan seorang rasis. Saya dihukum selama delapan pertandingan, dan yang lebih buruk lagi dilabeli sebagai rasis seumur hidup. Itu adalah tuduhan yang serius,” ungkap Suarez dalam otobiografinya yang berjudul Crossing the Line, dilansir Guardian, Selasa (28/10/2014).


“Itu sakit dari bagaimana berakibat kepada saya, sakit karena istri saya juga menderita karena juga mendengar. Menyaksikan saya dituduh sebagai ‘seseorang’, padahal dia (istri) tahu saya tidak seperti itu,” lanjutnya.


Suarez dihukum delapan laga akibat perkataan rasialnya kepada Evra saat berlaga di Anfield. Tak hanya itu, pemain berusia 27 tahun itu pun didenda 40 juta euro atau sekira 610 juta rupiah.


“Itu juga menyakitkan di masa yang akan datang, noda itu akan masih membekas ketika anak saya tumbuh. Itu adalah sebuah penghinaan terhadap nama saya yang tak seorang pun bisa ambil,“ pungkasnya.



No comments:

Post a Comment