Monday, September 1, 2014

Di Maria Mubazir


Angel Di Maria. (Foto: Reuters/Andrew Yates)Angel Di Maria. (Foto: Reuters/Andrew Yates) Siapa lagi pemain baru yang akan dibeli Manchester United saat bursa transfer sering membuat penasaran. Seperti apa penampilan perdana si pemain baru saat membela Setan Merah, juga sama-sama bikin penasaran.


Itu yang terjadi ketika United resmi mendatangkan Angel Di Maria dari Real Madrid dengan harga 59,7 juta Pounds di akhir Agustus 2014, yang sekaligus memecahkan transfer Premier League.


Di Maria adalah pemain dengan tipe yang senang menyusuri lebar lapangan. Pemain kidal itu sering beroperasi di sayap kiri, tapi juga tidak canggung jika harus main di sisi kanan atau di belakang penyerang. Kecepatan, dribling bola yang lengket, umpan akurat dan berani menerobos penjagaan pemain lawan membuat Di Maria sering menjadi pilihan utama saat membela Benfica dan Real Madrid.


Saat berseragam Los Blancos, Di Maria banyak dimainkan di sektor kiri penyerangan. Pelatih Carlo Ancelotti sering menginstruksikan pemain 26 tahun itu untuk banyak membantu Karim Benzema atau Cristiano Ronaldo di lini depan. Pria kelahiran Rosario itu juga dimanfaatkan Ancelotti untuk membongkar pertahanan lawan dengan cara melakukan pergerakan-pergerakan lincah, baik di kanan dan kiri lapangan.


Meski ahli dalam 'melayani' para penyerang, Di Maria juga lihai untuk mencetak gol. Selama empat musim merumput di Santiago Bernabeau, Di Maria mencetak 22 gol dari 94 penampilan di La Liga saja.


Tapi karakter permainan Di Maria mendapat modifikasi ketika membela panji timnas Argentina. Pelatih Albiceleste di Piala Dunia 2014, Alejandro Sabella, lebih suka memainkan Di Maria di belakang duet penyerang Lionel Messi dan Gonzalo Higuain.


Di Maria tidak hanya menopang dua penyerang utama Argentina dengan mensuplai umpan-umpan yang pas, tapi juga menjadi filter pertama dalam menahan serangan tim lawan. Pemain dengan tinggi 178 cm dan berat 75 kg itu juga dibebaskan untuk bergerak sepanjang tetap berada di belakang duet penyerang.


Itu sebabnya selama di Piala Dunia 2014, pergerakan dan sentuhan bola Di Maria banyak berada di sepertiga daerah pertahanan lawan. Berbeda dengan perannya di Real Madrid yang lebih banyak di sisi lapangan.


Datanglah momen debut Di Maria bersama Manchester United ketika klub pemilik 20 gelar Premier League itu dijamu Burnley di Turf Moor, Sabtu (30/8/2014) malam WIB lalu.


Saat daftar line up dikeluarkan, manajer Louis van Gaal menerapkan formasi 3-4-1-2. Yang unik, Di Maria dipasang di lini tengah bersama Darren Fletcher. Sedangkan sisi sayap ditempati Ashley Young di kiri dan Antonio Valencia di kanan. Wayne Rooney dan Robin van Persie berada di depan dengan dukungan Juan Mata sebagai third striker.


Apa hasilnya? Meski bermain cukup eksplosif, Di Maria terkesan mubazir dipasang di tengah. Di Maria tidak memiliki karakter bertahan yang baik. Juga tidak gigih dalam mengejar dan merebut bola dari lawan. Di laga yang berakhir 0-0 itu, Di Maria bahkan beberapa kali bermain rapat dengan posisi Ashley Young, sehingga menyebabkan adanya rongga lebar di lini tengah United. Di Maria juga tidak bisa melepaskan umpan-umpan matang karena posisi bermainnya terlalu jauh dengan duet Rooney dan Van Persie.


Permainan United malam itupun tidak istimewa. Meski melakukan 60 persen penguasaan bola, The Red Devils malah bermain terburu-buru. Pertahanan mereka yang menggunakan skema tiga bek juga terlihat renggang. Beruntung bagi United karena Burnley tidak berani melakukan penetrasi signifikan ke pertahanan Setan Merah


Menjadi pertanyaan, mengapa Van Gaal memasang Di Maria di tengah bersama Fletcher? Padahal Van Gaal pasti tahu kalau Di Maria bukan tipe central midfielder, apalagi defence midfielder. Mungkinkah Van Gaal bereskperimen dengan menjadikan Di Maria sebagai deep playmaker, seperti yang diperankan Xavi di Barcelona atau Andrea Pirlo di Juventus?


Jika iya, tentu Di Maria membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan taktik Van Gaal, karakter rekan-rekannya dan tentu budaya sepakbola Inggris.


Apalagi setelah United resmi mendatangkan Daley Blind dari Ajax Amsterdam, akan menjadi soal baru bagi Di Maria. Karena Blind adalah tipe fullback kiri yang kuat dan taktis yang bermain di posisi ideal Di Maria. Meskipun Blind juga tidak gagap bermain sebagai gelandang bertahan.


Jadi tugas Van Gaal untuk membuat Di Maria tidak mubazir. (FAP)


Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.



No comments:

Post a Comment