Monday, December 29, 2014

Petinggi Milan Dukung Regulasi Financial Fair Play


DUBAI – Direktur olahraga AC Milan, Umberto Gandini, begitu yakin regulasi Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan UEFA dapat mencegah investasi terselubung dalam sebuah klub sepakbola. Pernyataan tersebut dilontarkan, saat ia menghadiri Konferensi Olahraga Internasional di Dubai.


Gandini merupakan salah satu petinggi di salah satu organisasi sepakbola Benua Biru, yakni ECA (asosiasi klub Eropa). Jabatannya sebagai wakil ketua, memastikan dirinya selalu terlibat dalam proses pengambilan keputusan baru.


FFP telah menjadi aspek baru dari manajemen dan pengawasan keuangan klub yang cukup penting. Peraturan tersebut dibuat agar dapat menekan membengkaknya pengeluaran klub demi mendatangkan pemain baru.


“Financial Fair Play telah membawa beberapa kontrol dan akal sehat ke dalam administrasi klub sepakbola di Eropa. Ini telah sukses dalam hal menghasilkan pengurangan kerugian, secara keseluruhan dalam sepakbola Eropa,” kata Gandini, seperti diberitakan Goal, Senin (29/12/2014).


“Di sisi lain, ada perdebatan dengan klub besar Eropa yang memiliki investor sangat signifikan. Untuk datangkan pemain dengan harga mahal, mereka bisa dicegah oleh FFP. Saat ini ada lima atau enam klub besar di Eropa, tapi UEFA harus bertujuan mendata 20 klub besar,” tambahnya.


Salah satu klub yang pernah merasakan dampak dari peraturan tersebut adalah Chelsea. Pada masa awal era Roman Abramovich, The Blues berubah drastis menjadi klub paling boros di bursa transfer. Klub yang bermarkas di London Barat itu, diyakini tidak mendapatkan uang dari bisnis mereka, tetapi dari kantong pribadi Abramovich.


Dengan begitu, Chelsea seakan menunjukkan bahwa uang bisa digunakan untuk membeli prestasi. Untuk menjaga persaingan sehat di dunia sepakbola, UEFA akhirnya memperkenalkan FFP pada 2011 dengan tujuan mencegah klub mengeluarkan uang lebih banyak dari yang dapat mereka hasilkan.



No comments:

Post a Comment