MALANG - Arema Cronus tidak boleh terlena di laga krusial Grup A babak delapan besar menjamu Persela Lamongan, Sabtu (25/10). Walau berstatus tuan rumah di Stadion Kanjuruhan, Arema wajib fokus mewujudkan angka absolut.
Salah satu alasan yang mungkin membuat Arema terlena adalah fakta bahwa Persela sudah pasti tersingkir dari fase ini. Walau lawan tidak lagi punya kepentingan, bisa jadi justru membuat kesulitan di Kanjuruhan. Ini yang terus ditekankan Pelatih Arema Suharno.
Dia mengatakan secara mental anak didiknya tak ada masalah kendati baru saja kalah menyakitkan di kandang Persipura Jayapura. "Mental tak ada persoalan. Kami harus tetap fokus bahwa ini tetap laga delapan besar yang butuh performa terbaik," tutur Suharno.
Dari komposisi tim, Arema akan kehilangan Thierry Gathuessi yang terkena akumulasi kartu kuning serta Dendi Santoso skorsing kartu merah. Itu bukan masalah besar karena Benny Wahyudi siap mengganti Thierry, sedangkan Dendi lebih berstatus pemain cadangan.
Jadi, kekuatan tuan rumah tetap lebih baik dibanding tim tamu Persela Lamongan. Singo Edan juga diperkirakan sudah diperkuat Ahmad Bustomi, kapten tim yang sempat cedera dan terpaksa absen lawan Persipura lalu.
"Kami tanpa Thierry dan Dendi, tapi mungkin Bustomi sudah siap bermain. Pemain lainnya yang sempat cedera juga membaik kondisinya. Arema siap menang karena memang itu yang harus dilakukan," kata pelatih asal Klaten, Jawa Tengah.
Suharno juga mengingatkan agar tekanan untuk menang tak membuat tim terburu-buru dan hilang kendali dalam bermain, karena bisa menentukan hasil akhir. Kesabaran dan disiplin menurutnya tetap membuat dua aspek yang dijalankan timnya di lapangan.
Bicara rekor, idealnya Arema tidak kesulitan memenangkan duel karena dalam dua laga delapan besar sebelumnya selalu menang di kandang sendiri. Tim biru bisa memenangi pertarungan lawan Semen Padang dan Persipura yang kualitasnya di atas Persela.
Keuntungan lain adalah status pertandingan yang akhirnya boleh dihadiri Aremania. Tentu ini menjadi pemantik motivasi karena sebelumnya Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sempat menjatuhkan sanksi laga tanpa penonton karena penyalaan flare.
Dari kubu seberang, Persela Lamongan tetap membawa tekad tidak mau menjadi bulan-bulanan di laga ini. Walau sudah pasti tersingkir dari delapan besar, Laskar Joko Tingkir tidak mau menyerah begitu saja di kandang singa.
"Saya akan tetap menurunkan tim terbaik. Tidak ada yang namanya laga formalitas atau semacam itu. Kami memiliki harga diri dan profesionalisme di setiap pertandingan, bahkan ketika sudah tersingkir sekali pun," urai Eduard Tjong, Pelatih Persela Lamongan.
Berhasil menahan Arema 2-2 saat bertemu di Surajaya menjadi motivasi bagi tim asal pesisir utara Jawa Timur. Tapi Eduard meyakini tekanan bakal lebih hebat di Kanjuruhan nanti karena Arema hanya menginginkan satu hasil, yakni kemenangan.
"Keuntungan Persela adalah bermain tanpa beban. Kami tidak memiliki misi apa-apa kecuali menjaga harga diri. Jadi anak-anak akan tampil lepas dan berusaha memberikan perlawanan terbaik. Soal kondisi tim, semuanya bagus," tandas dia.
Prakiraan Susunan Pemain
Arema Cronus (4-3-3): Kurnia Meiga (gk), Benny Wahyudi, Victor Igbonefo, Purwaka Yudhi, Johan Alfarizie; Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi, Juan Revi; Samsul Arif, Beto Goncalves, Cristian Gonzales.
Persela Lamongan (4-5-1): Khoirul Huda (gk), Taufik Kasrun, Roman Golian, Suroso, Edi Gunawan; Zaenal Arifin, Serdjan Lopicic, Danu Rosade, Jusmadi, Arif Ariyanto; Addison Alves.
No comments:
Post a Comment