MALANG - Arema Cronus tak melakukan kesalahan di pertandingan kontra Persela Lamongan di Stadio Kanjuruhan, Sabtu (25/10/2014) malam. Arema menang dengan skor besar 4-0 sekaligus kembali memimpin klasemen Grup A dengan 10 poin.
Kemenangan meyakinkan Singo Edan ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sebelumnya. Selain membawa motivasi ingin menjaga peluang lolos ke semifinal, Arema juga lebih diuntungkan sebagai tuan rumah dan unggul kualitas tim.
Tuan rumah mengalirkan gol-golnya lewat Cristiano Gonzales (1' dan 65'), penalti Samsul Arif (45'), serta tendangan bebas Gustavo Lopez (53'). Arema sebenarnya sangat diuntungkan dengan parahnya performa pemain belakang Persela Lamongan.
Empat pemain di deretan belakang Tim Biru Langit melakukan kesalahan yang berujung gol. Taufik Kasrun melakukan pelanggaran yang menjadi awal gol pertama Arema, Roman Golian melanggar Samsul Arif yang menyebabkan penalti.
Belum cukup, Suroso juga melakukan pelanggaran di bibir penalti yang buat Gustavo Lopez mencetak gol via tendangan bebas. Kiper Roni Tri Prasnanto ikut-ikutan membuat blunder setelah bola lepas dari tangannya dan dicocor Cristian Gonzales.
Duka Persela diperlengkap dengan cedera yang menimpa full back Edi Gunawan di penghujung laga. Pemain mungil tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sadarkan diri di lapangan setelah berbenturan dengan salah satu pemain Arema.
Secara permainan, sebenarnya Persela cukup bisa memberikan perlawanan di babak pertama walau kebobolan gol cepat. Sejumlah ancaman sempat mampir ke gawang Kurnia Meiga, di antaranya lewat Addison Alves dan Bijahil Chalwa yang upayanya melenceng tipis.
Namun kesempatan tetap lebih banyak tuan rumah yang memberikan teror melalui Samsul Arif, Cristian Gonzales dan Beto Goncalves. Gol penalti Samsul Arif di akhir babak pertama, seakan menyudahi permainan Persela.
Cristian Gonzales menjadi pemain paling menonjol di laga tersebut selain Gustavo Lopez. Gonzales menunjukkan nalurinya sebagai pencetak gol jempolan dengan penempatan posisi yang sangat bagus, walau sempat kehilangan satu peluang.
"Ini kemenangan penting. Alhamdulillah kami bisa memenuhi target. Tim tidak tertekan walau ada tuntutan harus menang dan ternyata berhasil mencetak banyak gol. Kami bisa memanfatkan kesempatan akibat kesalahan pemain lawan," terang Suharno, Pelatih Arema Cronus.
Walau kembali memimpin klasemen di Grup A, Suharno mengatakan timnya masih harus bekerja keras. Sebab di laga pemungkas nanti harus melawat ke kandang Semen Padang dan menjadi penentuan siapa yang lolos antara Arema, Semen Padang atau Persipura.
"Semoga hasil ini menjadi modal bagus dalam pertandingan terakhir delapan besar nanti," tandas Suharno. Kemenangan empat gol tanpa balas menjadi kemenangan terbesar di babak delapan besar sejauh ini. Sebelumnya Arema juga mencukur Persipura 3-0 di tempat yang sama.
Sementara, Pelatih Persela Eduard Tjong melihat terlalu banyak kesalahan yang dibuat pemainnya di area berbahaya. Tapi dia memaklumi banyaknya pelanggaran karena pemain Arema sangat cepat dan sering membuat pergerakan membahayakan.
"Kami bertahan kurang bagus menghadapi tim dengan kualitas yang lebih baik. Tim berusaha bangkit setelah tertinggal di awal babak pertama, sayang peluang yang kami peroleh tidak bisa menjadi gol. Arema bermain jauh lebih baik," ungkap Eduard Tjong
No comments:
Post a Comment